Contoh Pelanggaran dan Malpraktik

NAMA : ISTIQOMAH AL FAIQA
NIM : P3.73.20.3.09.088
TINGKAT : II A
MK : KEPERAWATAN PROFESIONAL

CONTOH PELANGGARAN DAN MALPRAKTEK

2 Contoh Pelanggaran Etik:
1. Cedera yang terjadi secara langsung berhubungan dengan pelanggaran terhadap kewajiban perawat terhadap pasien atau gagal menggunakan cara pengaman yang tepat yang menyebabkan klien jatuh dan mengakibatkan fraktur.
2. Perawat membeda-bedakan pelayanan keperawatan karena status sosial.

2 Contoh Pelanggaran Disiplin:
1. Perawat datang bekerja tidak tepat waktu.
2. Perawat tidak mematuhi peraturan di RS (menukar jadwal dinas dengan sekehendak)

2 Contoh Pelanggaran Hukum Pidana:
1. Perawat membantu seorang wanita dalam melakukan aborsi ilegal
2. Perawat lalai dalam melaksanakan tugasnya sehingga terjadi malpraktek yang dapat merugikan pasien dan berakibat fatal (misalnya seharusnya seorang perawat memberikan suntikan Sub kutan tetapi perawat tersebut memberikan suntikan intra kutan)

2 Contoh Pelanggaran Hukum Perdata:
1. Larangan Merokok (karena mengganggu hak orang lain untuk bernafas bebas tanpa asap rokok, dan merugikan diri sendiri dalam hal kesehatan dan ekonomi)
2. Larangan membuang sampah sembarangan tetapi belum terlalu di tegaskan (karena merusak lingkungan, dapat mengganggu kesehatan dan pada akhirnya menimbulkan penyakit untuk diri sendiri dan orang lain).

Contoh Malpraktek di area Kebidanan:
Metrotvnews.com, Jakarta: Juliana, ibu bayi kembar Jared dan Jayden, yang melaporkan kasus malpraktik oleh Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera, Tangerang, Banten, bersikukuh akan tetap membuka kasusnya meski polisi telah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Polda Metro Jaya mengeluarkan SP3 itu awal Desember lalu. Juliana menilai, terbitnya SP3 terkesan dipaksakan. Saat ini kedua mata Jared buta permanen, sedangkan mata Jayden menderita silinder. Juliana menambahkan, Rumah Sakit Omni pernah menawarkan uang mediasi sebesar Rp 1,5 miliar. Namun, tawaran uang itu ia tolak. Jared dan Jayden lahir prematur di Rumah Sakit Omni Internasional, 26 Mei 2008. Menurut Juliana, alasan SP3 polisi mengenai ketiadaan bukti yang cukup sangat tidak beralasan. Karena Juliana sebelumnya telah melayangkan surat dua kali kepada kapolri dengan membawa bukti-bukti baru. Namun, surat itu tidak ditindaklanjuti. Bahkan, Yuliana pernah mereferensikan dua orang saksi ahli, yaitu dokter-dokter asal Australia atas biaya pihaknya kepada para penyidik. Namun, tawaran itu juga tetap tidak direspon. Menurut polisi, kasus ini dihentikan setela melalui proses yang cukup panjang dengan mendengarkan keterangan sejumlah saksi ahli dari Ikatan Dokter Indonesia. Juliana melaporkan dugaan malpraktik ke Polda Metro Jaya, 26 Mei lalu. Juliana menuduh salah seorang dokter anak dari Rumah Sakit Omni Internasional telah melakukan kesalahan prosedur, sehingga mengakibatkan kebutaan pada kedua buah hatinya yang terlahir prematur.

(http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/12/16/96042/SP3-Kasus-Malpraktik-RS-Omni-Dinilai-Dipaksaka)

Contoh Malpraktek di area Bedah:
Metrotvnews.com, Makassar: Kasus dugaan malapraktik yang dilakukan seorang dokter, kembali terjadi. Kali ini seorang ibu rumah tangga di Makassar, Sulawesi Selatan, kondisi kesehatannya melemah setelah menjalani operasi jantung. Yang lebih mengherankan justru ibu bernama Rahmawati itu sebenarnya tidak menderita penyakit jantung koroner. Jadi ia tidak perlu memasang cincin di jantungnya. Karena mengalami dugaan diagnosa dan operasi jantung yang salah, Rahmawati akhirnya melaporkan Profesor Dokter Ali Aspar, dokter di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat. Dalam laporannya, Rahmawati menceritakan kronologis pengobatan dirinya ke dokter tersebut. Rahmawati menyatakan, dokter Ali telah mendiagnosisnya terkena penyempitan pembuluh darah saat dia mengeluhkan mengalami sakit di dadanya. Dan akhirnya Rahmawati divonis menderita jantung koroner. Setelah itu, melalui operasi, dokter Ali memasangkan cincin di jantungnya. Anehnya, setelah operasi, kondisi Rahmawati yang seharusnya lebih baik, justru semakin parah. Karena kondisi kesehatan tak kunjung membaik, Rahmawati pun kemudian berobat ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta. Di sanalah dugaan malapraktik terungkap. Dokter di RS Jantung Harapan Kita menyatakan Rahmawati tidak mengalami penyakit jantung koroner. Jadi jantung Rahmawati sebenarnya tidak perlu dipasangi cincin.
(http://www.metrotvnews.com/metromain/newsvideo/2010/06/02/106402/Seorang-Ibu-Adukan-Dokter-karena-Salah-Operasi-Jantung)

Contoh Malpraktek di area Penyakit Dalam:
(Penyakit Asma)
Obat asma diperlukan untuk melebarkan saluran pernafasan. Pemberian obat ada yang secara oral, parenteral, dan inhalasi (hirupan). Obat inhalasi efeknya lebih cepat dengan dosis rendah, dan efek negatifnya juga rendah, karena langsung bekerja pada saluran pernafasan. Karena kepanikan perawat saat pasien kambuh, tanpa sadar perawat memberikan obat inhalasi dengan dosis tinggi dan mengakibatkan pasien tambah parah dan dapat berakibat fatal.

Contoh Malpraktek di area Penyakit Anak:
Seorang anak berusia 9 tahun sekujur tubuhnya hangus dan melepuh setelah meminum obat yang diberikan dikter di Puskesmas. Diduga ia menjadi korban malpraktik.

(http://video.vivanews.com/read/4035-kulit_melepuh_setelah_minum_obat_dari_dokter_1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: